Konsep ini penting karena pilot tidak seharusnya menunggu sampai situasi menjadi benar-benar darurat. Jika risiko mulai meningkat, keputusan untuk membatalkan misi lebih awal bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Abort point bisa ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, misalnya:
- baterai turun lebih cepat dari perkiraan,
- angin mulai terlalu kuat,
- kualitas sinyal menurun,
- muncul pesawat lain di sekitar area operasi,
- drone keluar dari jalur yang direncanakan,
- atau kondisi lokasi berubah menjadi tidak aman.

Abort point tidak selalu berarti drone harus langsung melakukan pendaratan darurat. Jika kondisi masih terkendali, pilot dapat menghentikan misi lalu membawa drone kembali ke titik awal atau menuju lokasi pendaratan alternatif. Prosedur kontingensi dapat mencakup beberapa tindakan, seperti hover, kembali ke lokasi peluncuran, menuju waypoint tertentu, atau melakukan pendaratan. Jadi, abort point lebih tepat dipahami sebagai titik pengambilan keputusan untuk menghentikan operasi sebelum situasi berkembang menjadi keadaan darurat.

Dalam operasi drone yang lebih kompleks, pilot juga perlu memahami contingency procedure. Jika drone mulai keluar dari flight geography atau kondisi normal, pilot perlu mengambil tindakan untuk mengembalikan drone ke kondisi yang aman sebelum keluar dari contingency volume. Artinya, pilot sebaiknya memiliki batas yang jelas mengenai kapan harus melanjutkan, kapan harus kembali, dan kapan harus menghentikan penerbangan sepenuhnya.

Keputusan membatalkan penerbangan akan lebih mudah jika kriterianya sudah ditentukan sejak awal. Sebelum take off, pilot dapat menetapkan beberapa kondisi seperti batas baterai minimum, batas angin, jarak maksimum, kualitas komunikasi, maupun lokasi alternatif untuk mendarat. Dengan begitu, keputusan saat terjadi masalah tidak hanya bergantung pada perkiraan spontan.

Salah satu kesalahan dalam operasi drone adalah terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan. Padahal, ketika kondisi mulai tidak aman, membatalkan penerbangan justru merupakan keputusan yang tepat. Dengan abort point yang sudah direncanakan, pilot dapat mengambil keputusan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi situasi darurat.

Melalui Pelatihan Drone Jogja, peserta dapat mempelajari perencanaan penerbangan, penilaian risiko, contingency procedure, emergency procedure, dan cara menentukan kapan sebuah operasi sebaiknya dihentikan.