1. Memantau Kondisi Lereng

Drone dapat digunakan untuk melihat kondisi lereng dari udara.
Beberapa hal yang dapat diamati antara lain:
- Retakan pada permukaan tanah
- Perubahan bentuk lereng
- Area yang mengalami erosi
- Dan kondisi vegetasi
Informasi tersebut dapat menjadi bahan awal untuk evaluasi lapangan.

2. Pemetaan Area Longsor

Drone dapat mengambil foto udara untuk menghasilkan peta area terdampak.
Data tersebut dapat digunakan untuk membuat:
- Orthomosaic
- Model permukaan
- Model 3D
- Dan peta kondisi wilayah
Pemetaan membantu tim memahami luas dan bentuk area longsor dengan lebih jelas.

3. Membandingkan Perubahan dari Waktu ke Waktu

Penerbangan drone dapat dilakukan secara berkala pada lokasi yang sama.
Hasilnya dapat dibandingkan untuk melihat:
- Perubahan permukaan tanah
- Perkembangan retakan
- Perubahan bentuk lereng
- Dan pergerakan material
Monitoring berkala membantu memberikan gambaran perkembangan kondisi wilayah.

4. Menjangkau Area yang Sulit Diakses

Lokasi longsor sering memiliki medan yang berbahaya.
Drone dapat membantu melakukan pengamatan awal pada area seperti:
- Lereng curam
- Tebing
- Jalur tertutup material
- Dan wilayah yang belum aman untuk dimasuki petugas
Dengan demikian, tim dapat memperoleh informasi tanpa harus langsung mendekati lokasi berisiko.

5. Membantu Melihat Jalur Akses

Longsor dapat menutup jalan atau jalur menuju suatu wilayah.
Drone dapat digunakan untuk melihat kondisi akses dari udara sehingga membantu mengetahui:
- Jalan yang tertutup
- Jalur alternatif
- Kondisi jembatan
- Dan area yang masih dapat dilalui

6. Mendukung Operasi Kebencanaan

Setelah longsor terjadi, drone dapat membantu tim memperoleh gambaran kondisi secara cepat.
Drone dapat digunakan untuk:
- Melihat luas area terdampak
- Mencari titik yang perlu diperiksa
- Memantau kondisi sekitar
- Dan membantu dokumentasi operasi
Penggunaan drone tetap perlu dikoordinasikan dengan tim yang bertugas di lapangan.

7. Menghitung Volume Material Longsor

Dengan metode fotogrametri, data drone dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi. Model tersebut dapat membantu memperkirakan volume material yang berpindah atau menutup suatu area. Namun, hasil pengukuran tetap bergantung pada kualitas data dan metode pengolahan yang digunakan.

8. Membantu Perencanaan Penanganan

Foto udara dan model 3D dapat membantu memberikan gambaran kondisi wilayah sebelum dilakukan pekerjaan penanganan.
Data drone dapat menjadi salah satu bahan pendukung untuk:
- Perencanaan akses
- Pembersihan material
- Pemantauan lereng
- Dan evaluasi kondisi lokasi

9. Tantangan Penerbangan di Area Longsor

Mengoperasikan drone di wilayah longsor memiliki beberapa risiko, seperti:
- Angin di sekitar lereng
- Perubahan cuaca
- Pepohonan
- Kabel
- Medan dengan perbedaan ketinggian
- Dan keterbatasan tempat lepas landas
Pilot perlu melakukan perencanaan sebelum penerbangan.

10. Drone Bukan Pengganti Pemeriksaan Geoteknik

Drone sangat membantu dalam pengamatan dan pemetaan permukaan. Namun, drone tidak dapat menentukan secara langsung apakah suatu lereng pasti akan longsor. Penilaian risiko longsor tetap membutuhkan analisis dari tenaga ahli dan data lain seperti kondisi tanah, curah hujan, geologi, serta pengukuran lapangan. Pentingnya Pilot Drone yang Terlatih Pilot yang melakukan monitoring longsor perlu memahami:
- Perencanaan penerbangan
- Kondisi medan
- Cuaca
- Pemetaan
- Keselamatan
- Pengambilan data
- Dan prosedur darurat
Kemampuan tersebut penting agar data yang diperoleh tetap berguna dan penerbangan dapat dilakukan dengan aman. Belajar Drone Bersama Indonesia Drone Training Center (IDTC) sebagai Pusat Pelatihan Drone Indonesia dapat membantu peserta memahami dasar penerbangan, pemetaan, keselamatan, serta penggunaan drone untuk monitoring lingkungan dan kebencanaan. Bagi masyarakat yang mencari pelatihan drone Jogja, kemampuan pemetaan dan monitoring dapat menjadi keterampilan yang berguna untuk pekerjaan survei, lingkungan, dan kebencanaan.