Mengenal Emergency Landing pada Drone
Emergency landing adalah pendaratan darurat yang dilakukan ketika penerbangan tidak bisa dilanjutkan dengan aman.
Emergency landing dilakukan ketika pilot menilai bahwa meneruskan penerbangan justru meningkatkan risiko. Contohnya ketika daya baterai turun lebih cepat dari perkiraan, sistem kendali mulai tidak stabil, sinyal komunikasi terganggu, atau kondisi cuaca berubah secara tiba-tiba. FAA memasukkan emergency procedures sebagai salah satu pengetahuan dasar yang perlu dipahami oleh remote pilot.
Jika pendaratan darurat diperlukan, pilot perlu mencari area yang paling aman dan memungkinkan. Sebisa mungkin hindari manusia, kendaraan, bangunan, kabel listrik, pohon, dan objek lain yang dapat meningkatkan risiko. FAA memberikan contoh bahwa dalam keadaan darurat, remote pilot dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menuju area pendaratan yang lebih aman guna mengurangi bahaya bagi orang dan properti, karena itu, sebelum penerbangan dimulai, pilot sebaiknya sudah mengenali beberapa lokasi alternatif yang dapat digunakan jika pendaratan normal tidak memungkinkan.
Pendaratan darurat bukan sesuatu yang baru dipikirkan ketika masalah sudah terjadi.
Dalam perencanaan operasi drone, pilot sebaiknya memiliki emergency landing area atau lokasi alternatif yang dapat digunakan jika penerbangan harus dihentikan. Dokumen operasi UAS yang diajukan kepada FAA juga menunjukkan praktik penggunaan mission abort site, yaitu lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya untuk pendaratan jika terjadi kondisi darurat seperti kehilangan komunikasi atau gangguan GPS. Dengan persiapan seperti ini, pilot tidak perlu mencari lokasi secara terburu-buru ketika situasi darurat terjadi.
Ketika terjadi masalah, pilot perlu tetap fokus terhadap posisi drone dan kondisi lingkungan. Hindari mengambil keputusan hanya untuk menyelamatkan perangkat. Keselamatan orang dan properti di sekitar lokasi harus menjadi prioritas. Jika masih memiliki kendali, arahkan drone menuju area yang lebih aman dan lakukan pendaratan secepat kondisi memungkinkan.
Setelah drone berhasil mendarat, jangan langsung menerbangkannya kembali. Periksa kondisi baterai, propeller, motor, struktur drone, dan sistem lainnya untuk mengetahui penyebab masalah.
Jika ditemukan kerusakan atau kondisi tidak normal, penerbangan berikutnya sebaiknya ditunda sampai perangkat benar-benar dinyatakan layak digunakan.
Emergency landing adalah pendaratan yang dilakukan ketika penerbangan tidak lagi aman untuk dilanjutkan. Pilot perlu mengenali tanda-tanda masalah, menentukan area pendaratan yang aman, dan memprioritaskan keselamatan orang serta lingkungan sekitar. Prosedur emergency landing sebaiknya sudah dipikirkan sejak sebelum drone lepas landas.
Kemampuan pilot tidak hanya terlihat ketika penerbangan berlangsung normal. Kemampuan mengambil keputusan saat kondisi tidak sesuai rencana juga menjadi bagian penting dari keselamatan operasi drone.
Melalui Indonesia Drone Training Center, peserta dapat mempelajari dasar pengoperasian drone, emergency procedure, pengambilan keputusan, serta bagaimana merencanakan lokasi pendaratan alternatif sebelum penerbangan dimulai. Dengan latihan yang terarah, pilot dapat lebih siap menghadapi situasi darurat tanpa mengambil keputusan secara terburu-buru.
ARTIKEL LAINNYA
