Mengenal Flyaway pada Drone
Flyaway adalah kondisi ketika pilot tidak lagi mampu mengendalikan drone dan drone bergerak dengan cara yang tidak sesuai rencana atau sulit diprediksi.
Flyaway Berbeda dengan Lost Link
Flyaway sering dianggap sama dengan kehilangan sinyal, padahal keduanya tidak selalu sama. Lost link berarti hubungan command and control antara drone dan pengendali terputus. Pada kondisi ini, drone masih dapat menjalankan prosedur yang sudah diprogram sebelumnya, misalnya kembali ke titik awal, hover, atau mendarat. FAA secara khusus membedakan lost link dan flyaway. Lost link dapat memiliki prosedur yang telah direncanakan, sedangkan flyaway berarti drone sudah tidak bergerak sesuai pola yang seharusnya.
Apa yang Bisa Menyebabkan Flyaway?
Flyaway dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti gangguan hubungan komunikasi, masalah navigasi, atau situasi ketika pilot tidak mampu mempertahankan kendali. Sistem navigasi drone juga memiliki peran penting. Jika informasi posisi mengalami gangguan atau sistem tidak dapat menentukan posisi dengan baik, perilaku drone dapat menjadi berbeda dari yang diharapkan. FAA menjelaskan bahwa operasi drone perlu memiliki prosedur untuk kondisi kehilangan komunikasi maupun penurunan kemampuan sistem navigasi, misalnya dengan hover, kembali ke titik awal, menuju waypoint tertentu, atau melakukan pendaratan.
Mengapa Flyaway Berbahaya?
Ketika drone tidak lagi dapat dikendalikan, pilot menjadi sulit menentukan arah dan lokasi penerbangannya. Risikonya semakin besar jika drone terbang menuju kawasan ramai, jalan, bangunan, atau ruang udara yang digunakan pesawat lain. Karena itu, FAA menekankan bahwa drone harus tetap berada dalam jangkauan pandangan pilot dan tidak boleh dioperasikan secara ceroboh atau membahayakan.
Cara Mengurangi Risiko Flyaway
Risiko flyaway dapat dikurangi dengan melakukan pemeriksaan sebelum terbang, memastikan sistem navigasi bekerja dengan baik, menjaga drone dalam jangkauan komunikasi, serta memahami prosedur ketika terjadi gangguan. Pilot juga sebaiknya mengetahui bagaimana drone akan bereaksi jika hubungan kontrol hilang. Sebelum penerbangan, lokasi dan kondisi ruang udara juga perlu diperiksa sehingga pilot memiliki pilihan yang lebih aman apabila terjadi keadaan tidak normal.
Jangan Panik Saat Drone Tidak Merespons
Ketika drone mulai tidak merespons seperti biasanya, pilot perlu tetap fokus terhadap posisi drone dan kondisi lingkungan. Hindari memberikan terlalu banyak perintah secara terburu-buru. Periksa indikator komunikasi dan navigasi, lalu ikuti prosedur darurat yang sesuai dengan sistem drone yang digunakan. Dalam operasi UAS yang lebih kompleks, FAA mensyaratkan adanya contingency planning, termasuk prosedur lost link dan penanganan flyaway.
Pentingnya Memahami Kondisi Darurat
Flyaway adalah kondisi ketika drone tidak lagi dapat dikendalikan dan bergerak secara tidak terencana. Kondisi ini berbeda dengan lost link yang masih dapat memiliki prosedur otomatis tertentu. Karena itu, pilot perlu memahami sistem navigasi, komunikasi, prosedur darurat, serta melakukan pemeriksaan sebelum penerbangan untuk mengurangi risikonya.
Kemampuan pilot bukan hanya dinilai dari seberapa baik menerbangkan drone dalam kondisi normal, tetapi juga bagaimana menghadapi keadaan yang tidak sesuai rencana.
Melalui Indonesia Drone Training Center, peserta dapat mempelajari dasar keselamatan penerbangan, prosedur kehilangan komunikasi, navigasi, hingga penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi selama operasi drone. Pemahaman seperti ini membantu pilot tidak hanya mampu menerbangkan drone, tetapi juga lebih siap menghadapi situasi abnormal di lapangan.
SumberFederal Aviation Administration (FAA), 14 CFR Part 91, UAS Operations, FAA Air Traffic Publications.
ARTIKEL LAINNYA
